Rabu, 06 April 2016

Dua Perwira TNI AD Terlibat Pesta Narkoba Dihotel di Hotel D'Maleo

Dandim 1408/BS Makassar Kolonel Inf Jefri Oktavian Rotty  saat memimpin tes urine prajurit TNI dan PNS di Markas Kodim Makassar belum lama ini. IST

Dandim 1408/BS Makassar Kolonel Inf Jefri Oktavian Rotty saat memimpin tes urine prajurit TNI dan PNS di Markas Kodim Makassar

Ujung Pandang (Indonesia Bangkit)
Brigadir Jenderal TNI Supartodi, yang memimpin langsung penggerebekan di Hotel D'Maleo setelah menerima informasi ada pesta narkoba di satu ruangan karaoke di hotel itu, yang dilakukan seorang perwira menengah anak buahnya.

Wakil Kepala Penerangan Kodam VII/Wirabuana, Letnan Kolonel Infantri Vipy Amoranto, di Makassar, Rabu, menyatakan, perwira-perwira menengah yang berpesta narkoba itu berpangkat letnan kolonel dan kolonel.

Sesudah penggerebekan, diketahui mereka adalah Komandan Komando Distrik Militer Besar 1408/BS Makassar, Kolonel Infantri Jefri Oktavian Rotty, dan Kepala Pusat Komando dan Pengendalian Kodam VII/Wirabuana, Letnan Kolonel Infantri Budi Iman Santoso.

Menurut Amoranto, penggerebekan itu tindaklanjut dari perintah Panglima Kodam VII/Wirabuana, Mayor Jenderal TNI Agus Surya Bakti, yang ingin membersihkan jajarannya dari narkoba. Mayor jenderal ini juga lama berkarya di lingkungan BNPT.

Urine kedua oknum anggota TNI AD itu dites. Kedua perwira menengah itu kini ditahan di Markas Polisi Militer Kodam VII/Wirabuana di Makassar.

Selasa, 22 Maret 2016

Kodam I BB Akan ambil alih semua Rumah Milik TNI AD

 FB_IMG_1455553969747
Kodam I/Bukit Barisan, kembali mengadakan pengusurankali ini  ada sekitar 50 rumah  digusur di eks asrama yonif 124 Jl Cemara Medan."menurut Kolonel arm Anggoro Aslog Kodam I BB Ini adalah tanah Kodam I/BB.," kata Anggoro, Sabtu (13/2/2016) siang.

 Rumah yang digusur sudah terlebih dahulu diberikan surat peringatan.Tanpa Ganti rugi karena sudah menyalahi aturan 
"Rumah yang kami gusur hari ini adalah rumah yang telah mendapat surat peringatan. Jadi, yang belum dapat surat bakal belakangan kami gusur," ujarnya.
Dalam penertiban kali, pihak Kodam I/BB sempat mendapatkan perlawanan. Meski begitu, pihak Kodam I BB tetap melakukan proses penggusuran.
"Ini akan berlanjut. Karena tanah ini milik Kodam I/BB " ungkap Anggoro.

Minggu, 27 Desember 2015

PT. KAI TIDAK ADA TATAKRAMA KEPADA MASYARAKAT TEMBUNG, BILA TIDAK MAU PINDAH RUMAHNYA SECARA PAKSA AKAN DIBONGKAR. MOHON PERHATIAN PRESIDEN RI JOKOWI KEARAH INI


 Hasil gambar untuk pt kai
Tembung (IBO)
Masyarakat Tembung dan sekitarnya selama ini dicekam dan gelisah serta ketakutan jikalau alat-alat berat datang mengobrak-abrik rumah masyakarat Tembung di sekitar pinggir rel. Hal ini menjadi momok menakutkan bagi masyakarat tersebut,
Menurut mereka dulunya tanah tersebut tidak diurusi oleh pihak PT. KAI, maka mereka beramai-ramai membangun rumah dan turun temurun hingga anak-anak mereka ada yang sudah berhasil menjadi sarjana, pengacara, TNI, Polri, dll. Selama ini mereka merasa nyaman dan bahagia, karena tidak adanya gangguan dari pihak manapun.
 
Lalu memasuki bulan Juni 2015, datang segerombolan orang yang mengatasnamakan dari pihak PJKA (PT. KAI) tanpa dilengkapi dengan surat-suratnya, datang secara tidak santun lalu menyuruh penduduk setempat untuk membongkar rumahnya dengan diberi uang ganti bongkar rumah hanya Rp. 1.500.000,- per KK.
dan belakangan ini datang lagi pihak yang menamakan PJKA (PT. KAI) anggota TNI tanpa ada surat perintah meminta masyarakat setempat harus meninggalkan rumahnya dengan dibekali uang sebesar Rp. 3.000.000,- untuk pindah. Penduduk merasa keberatan menerima uang tersebut, kemana mereka harus pergi, sekarang saja untuk sewa rumah Rp. 5.000.000,- inilah yang menyebabkan terjadinya perang mulut antara penduduk dengan petugas TNI yang merupakan utusan dari pihak PJKA (PT. KAI) tersebut, mereka menuntut agar uang ganti ruginya dinaikkan.
Menurut sumber PT. KAI menunjukkan kekuasaannya dan tidak mau mendengar aspirasi masyarakat. Mohon kiranya jadi perhatian kepada pihak-pihak yang terkait, karena rakyat telah menderita dalam hal ini. (ABENG)

Minggu, 22 November 2015

Randiman Ngamuk Saat Rapat Koordinasi Pilkada

randimanMedan-(Ind) Secara tiba-tiba, Pejabat (Pj) Walikota Medan, Randiman Tarigan, mengamuk saat berlangsungnya acara Rapat Koordinasi Pelaksanaan, Pengawasan dan Pengamanan Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2015 Kota Medan, di Istana Koki, Medan, Jalan Cik Di Tiro, Medan, Jumat (20/11).
Mendadak ia beranjak dari kursinya, sejajar dengan Ketua Panwaslu Medan, Ketua KPU Medan, Kapolresta Medan, Kapolres Belawan dan Dandim 02/01 BS, dan maju ke podium.
“Kami di depan ini bukan pajangan. Kalau kalian tidak senang dan tidak menyimak, silakan keluar dari ruangan ini,” katanya ketus.
Ucapan Randiman ini spontan membuat seluruh peserta rapat dari jajaran pejabat Pemko Medan, personil kepolisian dan seluruh anggota Panwas dan KPU terdiam. Apalagi tidak diketahui persoalan yang memicu kemarahannya.
“Kalau mau tidur, jangan di ruangan ini, keluar sana,” ucapnya lagi.
Aksi ngamuk Randiman ini terjadi sesaat setelah Kapolres Belawan AKBP Edy Swandono memaparkan kesiapan mereka dalam pengamanan Pilkada Medan di wilayah hukum Polres Belawan. Diduga ada peserta rapat yang kurang menyimak dan membuat Randiman “naik darah”.(lola)

Senin, 16 November 2015

3 Truck Pengangkut Barang Ilegal Asal Malaysia di Lepas Polres Labuhan Batu

Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardhie Sik diduga melakukan tangkap lepas terhadap 3 unit truck dari 6 truck pengangkut barang ilegal asal Negeri Jiran Malaysia yang diamankan pihak Unit Ekonomi Polres Labuhanbatu, pada Selasa (27/10) malam kemarin.
 

Labuhan Batu (IB)
Informasi yang dihimpun dilapangan, ke Enam truck yang diamankan tersebut mengangkut barang ilega diduga di seludupkan oleh Hj Taing, salah satu cukong asal Kota Tanjung Balai. Kabar penangkapan barang selundupan tersebut juga dibenarkan salah satu oknum Polisi yang ikut melakukan pengamanan.

" Ya mereka diamankan karena tidak bisa memberikan dokumen barang angkutannya," ujar oknum polisi yang ikut mengamankan truck tersebut.

Truck tersebut belakangan diketahui mengangkut Bawang Merah, Pulut (Ketan_red) Sepatu dan Pakaian Bekas dengan tujuan Tanjungbalai Asahan.

Kemudian, Ke Enam truk bermuatan barang selundupan tersebut lantas di simpan pada salah satu Gudang dibilangan Jalan H Adam Malik, Kota Rantauprapat, Selasa (03/11/2015), dan dibenarkan oleh salah satu penjaga Gudang.

" Ya, kemarin ada Enam truck yang dititip pihak polisi ke gudang ini, namun tiga lagi sudah keluar," kata AA, Penjaga Gudang,

Saat ditanya kemana perginya ke Tiga truk tersebut dan atas perintah siapa, sang penjaga gudang mengaku tidak tahu menahu.

" kalau itu manalah tau aku bang," terangnya lagi.

Anehnya, Kasubbag Humas Polres Labuhanbatu, AKP Viktor Sibarani tidak mengetahui jika terjadi penangkapan Enam truck pengangkut barang Impor ilegal yang dilakukan Unit Ekonomi tersebut, serta lepasnya Tiga Truck.

" Kalau itu tidak tahu saya, Ngak ada laporan sama saya. Kemarin laporannya masih lagi penyidikan," kata AKP Viktor Sibarani lewat sambungan seluler.

Saat dikonfirmasi langsung kepada Kapolres Labuhanbatu, AKBP Teguh Yuswardhi Sik di Halaman Mapolres, Selasa (03/11/2015), perwira melati dua inipun memilih "Bungkam". Begitu juga dengan Kasat Reskrim, AKP Hadi S Siagian tidak merespon pertayaan pewarta lewat pesan singkat. (POPI)

Senin, 27 Juli 2015

Ada Tangkap Lepas di Kanit serse Polsek Sunggal

 
Polsek Sunggal dikabarkan menangkap lepas seorang tersangka narkoba jenis sabu-sabu, Gunarto alias Igun penduduk Gang Terusan Pasar 1 Tengah, Marelan. Disebut-sebut untuk melepaskan dari jeratan hukum, tersangka memberikan ‘mahar’ uang sebesar Rp40 juta.
Menurut keterangan yang diperoleh Selasa (7/7) menyebutkan, semula tersangka Gunarto ditangkap petugas Unit Reskrim Polsek Sunggal dari kediamannya pada Kamis (18/6) lalu. Penangkapan Gunarto berdasarkan informasi dari masyarakat setempat.

Minggu, 14 Juni 2015

Kabid Humas Poldasu:Dua Bandar Togel dan Kim Terbesar di Tapsel Akan Diboyong ke Mapoldasu

 
Dua orang  bandar judi Toto gelap (Togel) dan KIM terbesar di Tapanuli Selatan (Tapsel),akhirnya bertekuk lutut di hadapan Petugas Sat Reskrim Polres Tapanuli Selatan,Keduanya diamankan saat berada di Jalan Umum Desa Silaia Jae Kec. Sayur Matinggi Kab. Tapsel berikut bersama sejumlah barang buktinya turut boyong ke Mapolres Tapanuli Selatan,Jumat (12/06/2015)

 “Adapun kedua tersangka yang diamankan yakni,Poltak Siregar, (45) warga Desa Hurase Kec. Pintu Padang,dan Sapadan Hutabarat (58 )warga Desa Siture Kec Batang Angkola Kab Tapsel. Sumatera
Utara yang saat ini menempati sel Mapolres Tapsel

Kabid Humas Polda Sumut,Kombes Pol Helfi Assegaf kepada wartawan,Sabtu (13/06/2015) menjelaskan awalnya penangkapan yang dilakukan pihaknya karna adanya informasi dan laporan warga yang sudah sangat resah dengan maraknya pernjudian tersebut

Selanjutnya dari Informasi itu pihaknya menurunkan petugas untuk melakukan penyelidikan,dan ternyata dari informasi yang kita terima bebenar-benar akurat adanya permainan judi jenis Togel dan KIM yang dikelola oleh kedua tersangka tersebut

Dikatakannya,setelah pihaknya mengetahui siapa bandar besarnya lalu tanpa menggu waktu lagi petugas langsung bergerak dan menangkap kedua tersangka tanpa adanya perlawan,berhubung saat penangkapan menemkan adanya barang bukti,kedua tersangka langsung digelandang Mapolres Tapanuli Selatan (Tapsel) untuk dip roses lebih lanjut,”jelas Helfi

Selain itu Helfi juga menyebutkan,sementara dari hasil  pemeriksaan yang lakukan penyidik kedua tersangka mengakui perbuatanya,bahwa mereka merupakan Bandar Toto Gelap (Togel) dan KIM terbesar di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan untuk pengambangan lebih lanjut sebut Helfi kedua tersangka akan di boyong ke Mapolda Sumatera Utara (Sumut) guna menangkap jaringannya yang lebih besar lagi,”ujar Helfi

Ditambahkanya,hal itu terbukti dari barang bukti yang ditemukan petugas dari kedua tersangka berupa 199 blok kupon togel  dan KIM,2 lembar kertas rekap,2 rekap faktur bertuliskan,angka tebakan togel dan KIM,uang sebesar Rp 4.273.000,sepeda motor 2 unit merek Suzuki dengan Nomor Polisi (Nopol) BB 3414 HQ dan Honda Supra BB 5662 serta 2 unit HandPhone  merk Nokia,” pungkas Helfi