Sabtu, 25 Oktober 2014

Wakasat Reskrim Usir Wartawan Saat Meliput

Sejumlah wartawan tak menyangka akan diusir saat melakukan liputan di lantai dua Polresta Medan persisnya di Ruang Penyidik Unit Vice Control/Judisila, Selasa (21/10) siang.

Pengusiran terhadap wartawan yang dilakukan oleh Wakasat Reskrim Polrseta Medan, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Viktor Ziliwu berawal, saat sejumlah awak media hendak mewawancarai salah satu korban penipuan. Sebelum pengusiran terhadap wartawan terjadi, korban penipuan tersebut sudah mau memberikan komentar atas kasus yang menimpanya.

Namun, saat sedang wawancara, tiba-tiba ucapan terlontar dari bibir, AKP Viktor Ziliwu agar tidak melakukan liputan dan mewawancarai korban, sehingga korban yang mengetahui itu, enggan memberikan keterangannnya kepada sejumblah awak media.

"Turun, turunlah kalian. Ngapain kalian datang kemari. Ini kan ruang penyidik. Sana kalian. Nantilah kalau kalaian mau konfirmasi langsung saja sama kanitnya. Inikan masih diperiksa dulu," ketus AKP Viktor Ziliwu.

Usai ucapan yang dilontarkan oleh perwira berpangkat tiga balok emas dipundaknya itu, sejumlah wartawan meninggalkan Ruang Unit Vice Control/Judisila Polresta Medan.

Sabtu, 24 Mei 2014

Pengurusan SIm di satlantas Polresta Medan sarat KKN



Apapun ceritanya asal berurusan dengan polisi pasti ada uang keluar .Begitu juga dengan pengurusan sim di di satlantas polresta medan penuh dengan nuansa KKN
 
Ketika awak media online ini menanyakan sama salah seorang pengurusan sim berinisial ipah bahwa katanya banyak kkn .Kalau tidak member uang pelicin maka akan kalah dalam ujian.
Dalam kros cek pada perwira regiden satlantas polresta medan AKP Imam pejabat  polisi ini sangat susah dijumpai malah hpnya sulit dihubungi hpnya hidup tapi tak diangkat.  

Minggu, 29 Desember 2013

LSM PENYAMBUNG LIDAH : ADA DISKRIMINASI PERS DI DPRD SUMATERA UTARA

Sekwan DPRD Sumut Randiman Tarigan mulai melakukan diskriminasi Pers di jajarannya kata Zulkarnaen Ketua LSM Penyambung Lidah ini nampak terlihat semenjak dia menjabat menjadi Sekwan DPRD Sumut.
Mungkin karena banyaknya hataman media kecil seperti Media Mingguan Serta Online Blogspot membuat Pejabat Pemprov ini pernah menjabat Kadis Pertamanan Kota Medan kelimpungan menghadapi media kecil. Apalagi terjadi korupsi di pihak Sekwan membuat sipejabat ini galau terhadap media online blogspot serta media mingguan.
Mulai Januari 2013 pada jurnalis media online blogspot dan mingguan tidak lagi menerima bantuan dana biasanya Rp. 175.000/bulan tetapi ada 24 media harian masih mendapat bantuan dari anggaran APBD Pempropsu namanya bantuan uang berita DPRD SU hingga sekarang ini.
Penyebabnya banyaknya pemberitaan miring di DPRD Sumut mulai dari adendum pembangunan gedung DPRD SU sampai keterlambatan gedung yang uang keterlambatannya raip entah kemana membuat Sekwan DPRD Sumut Ramdiman Tarigan bekerjasama dengan ketua DPRD SU Saleh Bangun mulai membuat rancangan menghentikan bantuan dana pada media ini seperti media online blogspot serta media mingguan puncaknya dalam reses Desember 2013 uang berita reses DPRD SU kemasing-masing Dapil tidak lagi diterima oleh jurnalis media onlines blogspot.
 
Ketika ditanya dengan Kabag Humas Sekwan DPRD SU Satuan Wade apa upaya hukumnya makanya media onlines blogspot tidak menerima uang berita Wade hanya mengelak. Begitu juga staf humas ibu Lina serta staf humas bagian pembayaran berita bernama Eka juga tidak ada jawaban.
Sangat diharapkan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugorho tidak lagi memperpanjang tugas Sdr Randiman Tarigan dan menggantikan dengan pejabat yang mau bekerja sama dengan semua media.
Sangat diharapkan juga kepada Kejatisu mengusut dan menangkap tersangka para korupsi dari keterlambatan gedung DPRD SU (Barat)