Selasa, 26 Maret 2013

Polda Sumut Geledah Rumah Bandar Besar Narkoba

 
Ratusan warga pun langsung mendekati rumah tanpa nomor yang berada di dekat tempat bermain bulu tangkis. Rumah kosong yang sudah ditinggal penghuninya itu pun langsung digeledah oleh petugas untuk menemukan narkoba.

Untuk mendukung penggeledahan dua anjing pelacak diturunkan, mulai dari depan rumah hingga belakang tak luput jadi penggeledahan. Jika dilihat dari depan rumah bercat hijau itu hanya tampak sederhana saja, namun tak disangka rumah berinisial I yang diduga sebagai pengedar sabu terbesar di Medan inipun tampak mewah di dalam. Satu ruangan dijadikan sebagai tempat karaoke yang sudah didesain seperti diskotik. Soudsystem yang lengkap dengan ruangan yang gelap tampak indah dengan lampu kerlap kerlipnya.

Sementara itu pada bagian kamar mandi yang berukuran kurang lebih 1,5 x 1 meter telah disediakan pintu rahasia. Walaupun pada bagian dinding kamar mandi dikeramik namun tetap saja pintu rahasia itu dapat ditemukan setelah menyingkirkan kaca besar yang tergantung.

Di dekat kamar mandi polisi berhasil menemukan lubang tempat penyimpanan barang dimana lokasinya di bawah tangga menuju lantai atas. Lubang itu pun tampak mulus karena ditutupi oleh keramik hijau.

Belum puas dengan penggeledahan yang dilakukan, polisipun menyisir kerumah sebelahnya. Tetapi tetap saja penghuninya tidak berada ditempat. Satu persatu ruangan tampak disisir oleh anjing pelacak. Ruangan yang sebelumnya terkunci dibongkar secara paksa oleh petugas.

Polisi baru mengakhiri penggeledahannya dirumah yang ketiga. Dilokasi ini sempat terjadi kericuhan antara pemilik rumah dengan polisi. Seorang ibu yang tidak mau menyebutkan namanya kepada wartawan merasa tak senang rumahnya digeledah. Adu mulut dengan salah satu petugas pun tak terhindarkan. Ia terpancing ketika salah satu petugas menyebutkan dirinya tak tahu diri.

"Kaulah yang tak tahu diri, mana surat kalian ke sini. Enak aja kau bilang aku gitu,"ujar wanita yang bertubuh gemuk itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar